Senin, 15 Juli 2013

Lalu M Machsun S

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Nama Sekolah                     :     -
Mata Pelajaran                   :     Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
Kelas/Semester                   :     IX/1
Standar Kompetensi         :     1.      Menunjukkan partisipasi Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
Kompetensi Dasar              :     1.1    Menjelaskan pentingnya usaha Bela Negara.
                                                      1.2    Mengidentifikasi bentuk-bentuk usaha Bela Negara.
                                                      1.3  Menunjukkan sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
Indikator                              :     1.3.1   Menjelaskan pengartian sikap positif dalam usaha Bela Negara di berbagai aspek kehidupan.
                                                      1.3.2    Mengidentifikasi bentuk-bentuk sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
                                                      1.3.3    Mengidentifikasi dampak sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
                                                      1.3.4    Menunjukkan sikap positif Warga Negara di lingkungan keluarga.
                                                      1.3.5    Menunjukkan sikap positif Warga Negara di lingkungan Sekolah.
                                                      1.3.6    Menunjukkan sikap positif Warga Negara di lingkungan Masyarakat.
Pendidikan Karakter         :     Bertanggung Jawab: terintegrasi dalam pembelajaran dimana siswa melalui refleksi dapat mengidentifikasi akibat apa saja yang timbul apabila bersikap Positif Warga Negara terhadap Usaha Bela Negara.
Alokasi Waktu                    :     4 x 45 menit (2 x pertemuan)
                       
A.  Tujuan Pembelajaran:
1.        Tanpa melihat buku, setiap siswa Kelas IX Semester 1 dapat Menjelaskan pengartian sikap positif  dalam usaha Bela Negara di berbagai aspek kehidupan.
2.        Tanpa melihat buku, setiap siswa Kelas IX Semester 1 dapat Mengidentifikasi bentuk-bentuk sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
3.        Tanpa melihat buku, setiap siswa Kelas IX Semester 1 dapat Mengidentifikasi dampak sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
4.        Tanpa melihat buku, setiap siswa Kelas IX Semester 1 dapat Menunjukkan sikap positif Warga Negara di lingkungan keluarga.
5.        Tanpa melihat buku, setiap siswa Kelas IX Semester 1 dapat Menunjukkan sikap positif Warga Negara di lingkungan sekolah.
6.        Tanpa melihat buku, setiap siswa Kelas IX Semester 1 dapat Menunjukkan sikap positif Warga Negara di lingkungan masyarakat.

B.  Materi Pembelajaran
1.      Pengertian Sikap Positif Dalam Usaha Bela Negara Di Berbagai Aspek Kehidupan.
Sebagai Warga Negara yang baik adalah memiliki kesetiaan terhadap Bangsa dan Negara, yang meliputi kesetiaan terhadap ideologi Negara, kesetiaan terhadap konstitusi, kesetiaan terhadap peraturan perundang-undangan, dan kesetiaan terhadap kebijakan pemerintah termasuk didalamnya Kesetian untuk rela berkorban membela Negara Kesatuan Republoik Indonesia.
. Sikap positif dapat diartikan sikap yang baik dalam menanggapi sesuatu. Sikap positif terhadap usaha membela Negara berarti sikap dan perilaku positif warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya. Kesadaran bela negara itu hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela negara. Spektrum bela negara itu sangat luas dan dapat mencakup semua aspek kehidupan dalam masyarakat baik aspek social, budaya, pendidikan, politik, ekonomi, pertahanan dan keamanan. Sikap positif tersebut dapat dirasakan dari yang paling halus, hingga yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata. Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara.

2.      Bentuk-Bentuk Sikap Positif Warga Negara Dalam Usaha Bela Negara.
Sesuai pasal 30 ayat (1) UUD 1945, bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib berpartisipasi dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Partisipasi adalah sikap warga negara turut berperan serta dalam upaya pembelaan negara.
Beberapa fungsi negara yaitu ketertiban umum, perlindungan masyarakat, keamanan rakyat, dan perlawanan rakyat. Semua fungsi digunakan dalam keadaan damai terkecuali fungsi perlawanan rakyat, yang hanya difungsikan dalam keaadaan darurat. TNI berperan aktif dalam fungsi ini, dibantu oleh rakyat terlatih.
Ancaman yang dihadapi oleh negara dapat berupa ancaman fisik dan ancaman nonfisik. Bela negara nonfisik dapat dilakukan setiap waktu. Misalnya, meningkatkan kesadaran diri akan makna berbangsa dan bernegara, menghayati arti demokrasi, mewujudkan rasa cinta tanah air, dan pengabdian pada masyarakat secara tulus dan ikhlas.
Pasal 30 UUD 1945 menyebutkan bahwa “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara”. Konsep Bela Negara dapat diuraikan yaitu secara fisik maupun non-fisik. Secara fisik yaitu dengan cara “memanggul bedil” menghadapi serangan atau agresi musuh. Bela Negara secara fisik dilakukan untuk menghadapi ancaman dari luar. Bela Negara secara non-fisik dapat didefinisikan sebagai “segala upaya untuk mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia dengan cara meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan terhadap tanah air serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara”.
1)      Bela Negara Secara Fisik
Keterlibatan warga negara sipil dalam upaya pertahanan negara merupakan hak dan kewajiban konstitusional setiap warga negara Republik Indonesia yang diatur dalam UU no 3 tahun 2002 dan sesuai dengan doktrin Sistem Pertahanan Semesta, Maka pelaksanaannya dilakukan oleh Rakyat Terlatih (Ratih) yang terdiri dari berbagai unsur misalnya Resimen Mahasiswa, Perlawanan Rakyat, Pertahanan Sipil, Mitra Babinsa, OKP yang telah mengikuti Pendidikan Dasar Militer dan lainnya. Rakyat Terlatih mempunyai empat fungsi yaitu Ketertiban Umum, Perlindungan Masyarakat, Keamanan Rakyat dan Perlawanan Rakyat.

2)      Bela Negara Secara Non-Fisik
Di masa transisi menuju masyarakat madani sesuai tuntutan reformasi saat ini, justru kesadaran bela negara ini perlu ditanamkan guna menangkal berbagai potensi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan baik dari luar maupun dari dalam seperti yang telah diuraikan di atas. Sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya, bela negara tidak selalu harus berarti “memanggul bedil menghadapi musuh”. Keterlibatan warga negara sipil dalam bela negara secara non-fisik dapat dilakukan dengan berbagai bentuk, sepanjang masa dan dalam segala situasi, misalnya dengan cara:
a)      meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, termasuk menghayati arti demokrasi dengan menghargai perbedaan pendapat dan tidak memaksakan kehendak.
b)      menanamkan kecintaan terhadap tanah air, melalui pengabdian yang tulus kepada masyarakat.
c)      berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara dengan berkarya nyata (bukan retorika).
d)     meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap hukum/undang-undang dan menjunjung tinggi Hak Azasi Manusia.
e)      Pembekalan mental spiritual di kalangan masyarakat agar dapat menangkal pengaruh- pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan norma-norma kehidupan bangsa Indonesia dengan lebih bertaqw kepada Allah swt melalui ibadah sesuai agama/kepercayaan masing- masing.
Apabila seluruh komponen bangsa berpartisipasi aktif dalam melakukan bela negara secara non-fisik ini, maka berbagai potensi konflik yang pada gilirannya merupakan ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan bagi keamanan negara dan bangsa kiranya akan dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali.
Kegiatan bela negara secara non-fisik sebagai upaya peningkatan Ketahanan Nasional juga sangat penting untuk menangkal pengaruh budaya asing di era globalisasi abad ke 21 di mana arus informasi (atau disinformasi) dan propaganda dari luar akan sulit dibendung akibat semakin canggihnya teknologi komunikasi.
Setiap warga negara diharapkan untuk berpartisipasi dalam membela negara. Bentuk-bentuk usaha bela Negara sesuai dengan Pasal 9 ayat 2 UU No. 3 Tahun 2002  antara lain:
a)      Mengikuti Pendidikan Kewarganegaraan
Dalam pendidikan kewarganegaraan, siswa berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif serta serta menanggapi isu kewarganegaraan, bertindak secara bertanggung jawab dalam setiap kegiatan masyarakat, berkembang sacara positif untuk membentuk kualitas masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa lain, dan berinteraksi dengan bangsa lain di dunia, baik langsung maupun tidak langsung.
b)      Pelatihan Dasar Militer
Pelatihan Dasar Militer adalah usaha untuk membantu TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban negara. Meskipun penjagaan dan ketertiban negara merupakan tugas utama TNI dan Plri. Tetapi tugas menjaga keamanan dan ketertiban adalah tugas semua warga.
c)      Mengabdikan Diri sebagai Prajurit TNI dan Polri
Sistem pertahanan negara kita adalah pertahanan dan keamanan rakyat semesta, yaitu TNI dan Polri sebagai komponen utama dan rakyat sebagai komponen pendukung. Hal ini sesuai dengan sesuai dengan UUD 1945 pasal 30 ayat 1-5. Didalam UUD tersebut, dikatakan bahwa TNI sebagai alat pertahanan negara memiliki tugas mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah, melindungi kehormatan dan keselamatan negara, melakukan operasi militer selain perang, dan ikut serta aktif dalam tugas pemeliharaan perdamaian regional dan internasional. Sedangkan tugas polri adalah sebagai alat negara yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, melidungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dan menegakan hukum.
d)     Pengabdian sesuai dengan Profesi
Semua warga negara apapun profesinya mempunyai kewajiban untuk membela negara dengan cara masing-masing. Misalnya tindakan seorang petani menanam pohon dipinggir jalan, untuk jalur hijau, seorang pelajar yang menuntut ilmu, kejujuran seorang pedagang melalakukan transaksi dengan tidak mengurangi takarn timbangan sudah termasuk dalam usaha membela negara.

3.      Dampak Sikap Positif Warga Negara Dalam Usaha Bela Negara.
Keikutsertaan dalam menciptakan keamanan dan ketertiban dalam lingkungan setempat akan dapat menciptakan adanya :
a)    Keamanan dan ketertiban lingkungan,
b)   Ketenangan dan ketentraman hidup,
c)   Suasana kehidupan menjadi sejuk,
d)   Kehidupan masyarakat menjadi sejuk, dan
e)   Tidak adanya suatu kerusuhan dan kekacauan.
Keikutsertaan setiap warga negara dalam upaya pertahanan dan keamanan dalam kehidupan sehari-hari dapat dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara. Misalnya sebagai berikut:
 Kepedulian warga negara dalam bidang politik, misalnya selalu melaksanakan dan mengamalkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 secara murni dan konsekuen. Kepedulian warga negara dalam bidang ekonomi misalnya, dengan mencintai dan memakai produk hasil produksi dalam negeri. Kepedulian warga negara dalam bidang hukum, misalnya berusaha taat dan mematuhi hukum dan norma-norma lain yang berlaku di masyarakat.
Kepedulian warga negara dalam bidang sosial budaya, misalnya selalu berusaha menjaga kelestarian budaya daerah. Kepedulian warga negara dalam bidang pertahanan dan keamanan, misalnya men jaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitarnya. Kepedulian warga negara terhadap lingkungan alam sekitarnya misalnya, menjaga lingkung an alam sekitarnya agar tetap hijau dengan tidak mengotorinya, baik melalui polusi udara atau tumpukan sampah.
Kondisi bangsa Indonesia saat ini sedang mengalami keprihatian karena didera berbagai musibah yang tiada henti, mulai dari bencana alam, kejahatan, korupsi, sampai mewabahnya berbagai macam penyakit. Kondisi ini setidaknya mengusik hati kita agar tergerak untuk bangkit dan bersatu dalam menangani berbagai macam permasalahan bangsa secara bersama-sama.
Dengan demikian, upaya pemerintah dalam memajukan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat bisa cepat terlaksana karena ada dukungan yang positif dari masyarakat. Sikap positif dan partisipasi masyarakat seperti inilah yang seharusnya dimiliki oleh masyarakat. Hal ini karena usaha untuk memajukan dan membela bangsa dan negara bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara, baik pemerintah maupun masyarakat. Sikap seperti ini perlu terus dibina dan ditingkatkan.

4.      Sikap Positif Berbangsa Warga Negara Di Lingkungan Keluarga.
Upaya pertahanan dan keamanan dalam lingkungan keluarga dapat diwujudkan dengan menampilkan sikap-sikapsebagai berikut:
a)      Setiap anggota keluarga menjalankan tugasnya dengan tertib.
b)      Setiap anggota keluarga berusaha menjaga nama baik keluarga.
c)      Setiap anggota keluarga menjaga kerukunan hidup.
d)     Saling mendukung pada setiap kegiatan aggota keluarga yang sifatnya positif.
e)      Setiap anggota keluarga mematuhi peraturan/tata tertib yang ada dirumah.
f)       Setiap anggota keluarga saling menghargai dan menghormati pendapat anggota keluarga.
g)      Menanamkan rasa nasionalisme diantara anggota keluarga kita.
Jika semua hal diatas dapat berjalan dengan baik, maka akan tercipta kehidupan rumah tangga yang harmonis serta membangun keluarga Indonesia yang cinta akan kehidupan yang damai dan tentram.

5.      Sikap Positif Warga Negara Di Lingkungan Sekolah.
Upaya pertahanan dan keamanan dalam lingkungan Sekolah dapat diwujudkan dengan menampilkan sikap-sikap sebagai berikut:
a)      Menaati tata tertib sekolah
b)      Hidup rukun sesama warga sekolah
c)      Menjalin kerja sama antarsiswa
d)     Mengikuti upacara bendera dengan tertib
e)      Menyelesaikan tugas yang diberikan guru

6.      Sikap Positif Warga Negara Di Lingkungan Sekolah.
Upaya pertahanan dan keamanan dalam lingkungan Sekolah dapat diwujudkan dengan menampilkan sikap-sikap sebagai berikut:
a)      Ikut bergotong royong dalam setiap kegiatan yang diadakan di lingkungan masyarakat.
b)      Ikut menjaga keamanan ligkungan dengan mengadakan siskamling atau Hansip.
c)      Menjalin hubungan yang baik dengan anggota masyarakat dengan adanya RT RW
d)     Saling mengawasi dan menigkatkan kepekaan social disekita lingkungan tempat tinggal.
e)      Saling membantun antar anggota masyarakat.

C.  Metode Pembelajaran
-         Kombinasi Diskusi dengan Kerja Kelompok dengan Pendekatan Inquiry







D.  Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
G u r u
S i s w a
1.      Kegiatan awal/Pendahuluan( 10 menit)
a.    Apersepsi
1)      Menghubungkan kegiatan baru yang akan dibahas dengan kegiatan lama yang sudah dibahas;
2)      Menyampaikan ruang lingkup pembelajaran;
3)      Menyampaikan tujuan pembelajaran;
4)      Menyampaikan manfaat pembelajaran;
5)      Menginformasikan kompetensi yang akan dicapai.


2.      Kegiatan Inti
a.      Eksplorasi
1)   Guru melibatkan siswa mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari;
2)   Guru mengelompokkan siswa menjadi   8 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 5 orang secara heterogen.

b.      Elaborasi
1)   Guru memberi kesempatan kepada setiap siswa dalam kelompok itu  membaca buku untuk menanamkan pemahaman tentang pengertian sikap positif dalam usaha Bela Negara di berbagai aspek kehidupan.
2)   Guru meminta setiap siswa untuk menjelaskan dengan bahasanya sendiri dalam bentuk tertulis pengertian sikap positif dalam usaha Bela Negara di berbagai aspek kehidupan.
3)   Guru meminta setiap kelompok Mengidentifikasi bentuk-bentuk sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
4)   Guru  meminta setiap kelompok Mengidentifikasi dampak sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
5)   Guru meminta setiap kelompok untuk memberikan contoh peristiwa  atau kasus mengenai dampak sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
c.       Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi ini guru:
1)   Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, maupun terhadap keberhasilan peserta didik;
2)   Guru memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber;
3)   Guru bersama memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi palajaran yang belum dimengerti, meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan.
2.   Kegiatan Inti
a. Eksplorasi
1)   Siswa mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari;

2)   Siswa bergabung dengan temannya sekelompok yang sudah ditunjuk guru.



b.   Elaborasi
1)   Setiap siswa dalam kelompok membaca buku untuk lebih memahami pengertian sikap positif dalam usaha Bela Negara di berbagai aspek kehidupan.

2)   Setiap siswa menjelaskan dengan bahasa sendiri dalam  bentuk tertulis pengertian sikap positif dalam usaha Bela Negara di berbagai aspek kehidupan.

3)   Setiap kelompok Mengidentifikasi bentuk-bentuk sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.

4)   Setiap kelompok Mengidentifikasi dampak sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.

5)   Setiap kelompok memberikan contoh peristiwa  atau kasus mengenai dampak sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
                      
c.  Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi ini siswa:
1)   Siswa bertanya tentang materi yang belum dimengerti atau belum dipahami.
3.      Kegiatan Penutup ( 10 menit)
      Dalam kegiatan penutup, guru:
a.    Guru bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
b.    Guru melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
c.    Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
d.   Guru menyampaikan materi pembelajaran yang dipelajari siswa pada pertemuan berikutnya.

3. Kegiatan Penutup ( 10 menit)
      Dalam kegiatan penutup, siswa melakukan:
a.    Siswa bersama guru membuat rangkuman atau/simpulan pelajaran;
b.   Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.


Penilaian 1
Indikator Pencapaian
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen
Skor
Bobot
1.1.1   Menjelaskan pengertian sikap positif dalam usaha Bela Negara di berbagai aspek kehidupan.
Tes tertulis
Uraian
Jelaskan dengan bahasa sendiri pengertian sikap positif dalam usaha Bela Negara di berbagai aspek kehidupan.
1
20
1.1.2   Mengidentifikasi bentuk-bentuk sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
Non Tes dan Tes Tertulis
-Pengamatan
-Uraian
-        (Instrumen penilaian keaktifan siswa ada di bawah kolom penilaian ini )
-        Jelaskanlah bentuk-bentuk sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
1
20
1.1.3   Mengidentifikasi dampak sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
Non Tes dan Tes Tertulis
-Pengamatan
-Uraian
-        (Instrumen penilaian keaktifan siswa ada di bawah kolom penilaian ini )
-        Jelaskanlah  dampak sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
1



20
Ket: HASIL AKHIR=SKOR PEROLEHAN DIBAGI SKOR MAKSIMAL DIKALI BOBOT

      Instrumen Penilaian Pengamatan Keaktifan Siswa
No
Nama Siswa
Aktif
Kurang Aktif
Tidak Aktif
Skor






























































































































Keterangan Skor:       
-          3: Aktif
-          2: Kurang Aktif
-          1: Tidak Aktif

Pertemuan 2
G u r u
S i s w a
1.    Kegiatan awal/Pendahuluan( 10 menit)
a.    Apersepsi
1)   Menanyakan materi yang sudah dipelajari dan hubungannya dengan materi yang akan dipelajari;
2)   Menyampaikan ruang lingkup pembelajaran;
3)   Menyampaikan tujuan pembelajaran;
4)   Menyampaikan manfaat pembelajaran;
5)   Menginformasikan kompetensi yang akan dicapai.

2.    Kegiatan Inti
a. Eksplorasi
1)      Guru Memberi kesempatan kepada siswa untuk mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari.
2)      Guru mengelompokkan siswa menjadi   8 kelompok yang masing-masing kelompok beranggotakan 5 orang secara heterogen.
b. Elaborasi

1)   Guru memberi kesempatan kepada siswa membaca buku untuk menanamkan pemahaman tentang sikap positif Warga Negara di lingkungan keluarga.
2)   Guru meminta siswa untuk memberikan contoh sikap positif Warga Negara di lingkungan Keluarga.

3)   Guru memberi kesempatan kembali kepada siswa membaca buku untuk menanamkan pemahaman tentang sikap positif Warga Negara di lingkungan Sekolah.
4)   Guru meminta siswa untuk memberikan contoh sikap positif Warga Negara di lingkungan Sekolah
5)   Guru memberi kesempatan kembali kepada siswa membaca buku untuk menanamkan pemahaman tentang sikap positif Warga Negara di lingkungan Masyarakat.
6)   Guru meminta siswa untuk memberikan contoh sikap positif Warga Negara di lingkungan Masyarakat.
7)   Guru meminta setiap kelompok untuk membuat Mading mengenai sikap positif Warga Negara di Lingkungan Keluarga, Sekolah, Masyarakat.


c. Konfirmasi
        Dalam kegiatan konfirmasi ini, guru:
1)   Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, maupun terhadap keberhasilan peserta didik;
2)   Guru memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber;
3)   Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi palajaran yang belum dimengerti, meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan  dan penyimpulan.
2.   Kegiatan Inti
a. Eksplorasi
1)   Siswa mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari.

2)   Siswa bergabung dengan temannya sekelompok yang sudah ditunjuk guru


b. Elaborasi

1)      Siswa membaca buku untuk lebih memahami Menunjukkan sikap positif Warga Negara di lingkungan Keluarga.


2)      Siswa dapat memberikan contoh sikap positif Warga Negara di lingkungan Keluarga.

3)      Siswa membaca buku untuk lebih memahami Menunjukkan sikap positif Warga Negara di lingkungan Sekolah


4)      Siswa dapat memberikan contoh sikap positif Warga Negara di lingkungan Sekolah.
5)      Siswa membaca buku untuk lebih memahami Menunjukkan sikap positif Warga Negara di lingkungan Masyarakat.

6)      Siswa dapat memberikan contoh sikap positif Warga Negara di lingkungan Masyarakat.
7)      Siswa bersama kelompoknya masing-masing membuat Mading mengenai sikap positif Warga Negara di Lingkungan Keluarga, Sekolah, Masyarakat.
c.  Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi ini siswa:
1)      Siswa bertanya tentang materi yang belum dimengerti atau belum dipahami.
3.    Kegiatan Penutup ( 10 menit)
      Dalam kegiatan penutup, guru:
a.    Guru bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman/simpulan  pelajaran;
b.    Guru melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
c.    Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
d.   Guru menyampaikan materi pembelajaran yang dipelajari siswa pada pertemuan berikutnya.

3. Kegiatan Penutup ( 10 menit)
     Dalam kegiatan penutup, siswa melakukan:
a.    Siswa bersama guru membuat rangkuman atau/simpulan pelajaran;
b.    Siswa melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.




Penilaian 2
Indikator Pencapaian
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen
Skor
Bobot
1.1.4   Menunjukkan sikap positif Warga Negara di lingkungan Keluarga.
Tes tertulis
Uraian
Jelaskan dengan menggunakan bahasamu sendiri pentingnya sikap positif Warga Negara di lingkungan Keluarga.
1
20
1.1.5   Menunjukkan sikap positif Warga Negara di lingkungan Sekolah.
Tes Tertulis
Uraian
Jelaskan dengan menggunakan bahasamu sendiri pentingnya sikap positif Warga Negara di lingkungan Sekolah.
1
20
1.1.6   Menunjukkan sikap positif Warga Negara di lingkungan Masyarakat.
Tes Tertulis
Uraian
Jelaskan dengan menggunakan bahasamu sendiri pentingnya sikap positif Warga Negara di lingkungan Masyarakat.
1
20
Ket: HASIL AKHIR=SKOR PEROLEHAN DIBAGI SKOR MAKSIMAL DIKALI BOBOT


       i.   Sumber Bahan
·      Buku Ajar PKn Kelas IX Semester 1
·      Saputra, Lukman Surya. 2009. Pendidikan Kewarganegaraan Menumbuhkan Nasionalisme dan Patriotisme untuk Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
·      Artikel Media Cetak/Internet


Tidak ada komentar:

Posting Komentar