Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Nama Sekolah : -
Mata Pelajaran :
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn)
Kelas/Semester :
IX/1
Standar Kompetensi
:
1. Menunjukkan partisipasi Warga Negara
dalam usaha Bela
Negara.
Kompetensi Dasar :
1.1 Menjelaskan pentingnya usaha Bela Negara.
1.2 Mengidentifikasi bentuk-bentuk usaha Bela Negara.
1.3
Menunjukkan sikap positif
Warga Negara dalam
usaha Bela
Negara.
Indikator :
1.3.1 Menjelaskan
pengartian sikap positif dalam usaha Bela Negara di berbagai aspek kehidupan.
1.3.2 Mengidentifikasi
bentuk-bentuk sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
1.3.3 Mengidentifikasi dampak
sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
1.3.4 Menunjukkan sikap
positif Warga Negara di lingkungan keluarga.
1.3.5 Menunjukkan sikap
positif Warga Negara di lingkungan Sekolah.
1.3.6 Menunjukkan sikap
positif Warga Negara di lingkungan Masyarakat.
Pendidikan Karakter : Bertanggung
Jawab: terintegrasi dalam pembelajaran dimana siswa melalui refleksi dapat mengidentifikasi akibat apa saja
yang timbul apabila bersikap Positif Warga Negara terhadap Usaha Bela Negara.
Alokasi Waktu : 4 x
45 menit (2 x pertemuan)
A.
Tujuan Pembelajaran:
1.
Tanpa melihat buku, setiap siswa Kelas IX Semester 1 dapat
Menjelaskan
pengartian sikap positif dalam usaha
Bela Negara di berbagai aspek kehidupan.
2.
Tanpa
melihat buku, setiap siswa Kelas IX
Semester 1 dapat Mengidentifikasi
bentuk-bentuk sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
3.
Tanpa
melihat buku, setiap siswa Kelas IX
Semester 1 dapat Mengidentifikasi
dampak sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
4.
Tanpa melihat
buku, setiap siswa Kelas IX Semester
1 dapat Menunjukkan sikap positif Warga Negara di lingkungan
keluarga.
5.
Tanpa melihat
buku, setiap siswa Kelas IX Semester
1 dapat Menunjukkan sikap positif Warga Negara di lingkungan
sekolah.
6.
Tanpa melihat
buku, setiap siswa Kelas IX Semester
1 dapat Menunjukkan sikap positif Warga Negara di lingkungan
masyarakat.
B.
Materi Pembelajaran
1. Pengertian
Sikap Positif Dalam
Usaha Bela Negara Di Berbagai Aspek Kehidupan.
Sebagai
Warga Negara yang baik adalah memiliki kesetiaan terhadap Bangsa dan Negara,
yang meliputi kesetiaan terhadap ideologi Negara, kesetiaan terhadap
konstitusi, kesetiaan terhadap peraturan perundang-undangan, dan kesetiaan
terhadap kebijakan pemerintah termasuk didalamnya Kesetian untuk rela berkorban
membela Negara Kesatuan Republoik Indonesia.
.
Sikap positif dapat diartikan sikap yang baik dalam menanggapi sesuatu. Sikap
positif terhadap usaha membela Negara berarti sikap dan perilaku positif warga
negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia
yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin
kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya. Kesadaran bela negara itu
hakikatnya kesediaan berbakti pada negara dan kesediaan berkorban membela
negara. Spektrum bela negara itu sangat luas dan dapat mencakup semua aspek
kehidupan dalam masyarakat baik aspek social, budaya, pendidikan, politik,
ekonomi, pertahanan dan keamanan. Sikap positif tersebut dapat dirasakan dari
yang paling halus, hingga yang paling keras. Mulai dari hubungan baik sesama
warga negara sampai bersama-sama menangkal ancaman nyata musuh bersenjata.
Tercakup di dalamnya adalah bersikap dan berbuat yang terbaik bagi bangsa dan
negara.
2. Bentuk-Bentuk
Sikap Positif Warga Negara Dalam Usaha Bela Negara.
Sesuai pasal 30 ayat
(1) UUD 1945, bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib berpartisipasi
dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Partisipasi adalah sikap warga
negara turut berperan serta dalam upaya pembelaan negara.
Beberapa fungsi negara
yaitu ketertiban umum, perlindungan masyarakat, keamanan rakyat, dan perlawanan
rakyat. Semua fungsi digunakan dalam keadaan damai terkecuali fungsi perlawanan
rakyat, yang hanya difungsikan dalam keaadaan darurat. TNI berperan aktif dalam
fungsi ini, dibantu oleh rakyat terlatih.
Ancaman yang dihadapi
oleh negara dapat berupa ancaman fisik dan ancaman nonfisik. Bela negara
nonfisik dapat dilakukan setiap waktu. Misalnya, meningkatkan kesadaran diri
akan makna berbangsa dan bernegara, menghayati arti demokrasi, mewujudkan rasa
cinta tanah air, dan pengabdian pada masyarakat secara tulus dan ikhlas.
Pasal 30 UUD 1945
menyebutkan bahwa “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam
usaha pembelaan negara”. Konsep Bela Negara dapat diuraikan yaitu secara fisik
maupun non-fisik. Secara fisik yaitu dengan cara “memanggul bedil” menghadapi
serangan atau agresi musuh. Bela Negara secara fisik dilakukan untuk menghadapi
ancaman dari luar. Bela Negara secara non-fisik dapat didefinisikan sebagai
“segala upaya untuk mempertahankan negara kesatuan Republik Indonesia dengan
cara meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan kecintaan
terhadap tanah air serta berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara”.
1) Bela
Negara Secara Fisik
Keterlibatan warga
negara sipil dalam upaya pertahanan negara merupakan hak dan kewajiban
konstitusional setiap warga negara Republik Indonesia yang diatur dalam UU no 3
tahun 2002 dan sesuai dengan doktrin Sistem Pertahanan Semesta, Maka pelaksanaannya
dilakukan oleh Rakyat Terlatih (Ratih) yang terdiri dari berbagai unsur
misalnya Resimen Mahasiswa, Perlawanan Rakyat, Pertahanan Sipil, Mitra Babinsa,
OKP yang telah mengikuti Pendidikan Dasar Militer dan lainnya. Rakyat Terlatih
mempunyai empat fungsi yaitu Ketertiban Umum, Perlindungan Masyarakat, Keamanan
Rakyat dan Perlawanan Rakyat.
2) Bela
Negara Secara Non-Fisik
Di masa transisi menuju
masyarakat madani sesuai tuntutan reformasi saat ini, justru kesadaran bela
negara ini perlu ditanamkan guna menangkal berbagai potensi ancaman, gangguan,
hambatan dan tantangan baik dari luar maupun dari dalam seperti yang telah
diuraikan di atas. Sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya, bela negara tidak
selalu harus berarti “memanggul bedil menghadapi musuh”. Keterlibatan warga
negara sipil dalam bela negara secara non-fisik dapat dilakukan dengan berbagai
bentuk, sepanjang masa dan dalam segala situasi, misalnya dengan cara:
a) meningkatkan
kesadaran berbangsa dan bernegara, termasuk menghayati arti demokrasi dengan
menghargai perbedaan pendapat dan tidak memaksakan kehendak.
b) menanamkan
kecintaan terhadap tanah air, melalui pengabdian yang tulus kepada masyarakat.
c) berperan
aktif dalam memajukan bangsa dan negara dengan berkarya nyata (bukan retorika).
d) meningkatkan
kesadaran dan kepatuhan terhadap hukum/undang-undang dan menjunjung tinggi Hak
Azasi Manusia.
e) Pembekalan
mental spiritual di kalangan masyarakat agar dapat menangkal pengaruh- pengaruh
budaya asing yang tidak sesuai dengan norma-norma kehidupan bangsa Indonesia
dengan lebih bertaqw kepada
Allah swt melalui ibadah sesuai agama/kepercayaan masing- masing.
Apabila seluruh
komponen bangsa berpartisipasi aktif dalam melakukan bela negara secara
non-fisik ini, maka berbagai potensi konflik yang pada gilirannya merupakan
ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan bagi keamanan negara dan bangsa
kiranya akan dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan sama sekali.
Kegiatan bela negara
secara non-fisik sebagai upaya peningkatan Ketahanan Nasional juga sangat
penting untuk menangkal pengaruh budaya asing di era globalisasi abad ke 21 di
mana arus informasi (atau disinformasi) dan propaganda dari luar akan sulit
dibendung akibat semakin canggihnya teknologi komunikasi.
Setiap warga negara
diharapkan untuk berpartisipasi dalam membela negara. Bentuk-bentuk usaha bela Negara
sesuai dengan Pasal 9 ayat 2 UU No. 3 Tahun 2002 antara lain:
a) Mengikuti Pendidikan Kewarganegaraan
Dalam pendidikan
kewarganegaraan, siswa berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif serta
serta menanggapi isu kewarganegaraan, bertindak secara bertanggung jawab dalam
setiap kegiatan masyarakat, berkembang sacara positif untuk membentuk kualitas
masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa lain, dan
berinteraksi dengan bangsa lain di dunia, baik langsung maupun tidak langsung.
b) Pelatihan Dasar Militer
Pelatihan
Dasar Militer adalah usaha untuk membantu TNI dan Polri dalam menjaga keamanan
dan ketertiban negara. Meskipun penjagaan dan ketertiban negara merupakan tugas
utama TNI dan Plri. Tetapi tugas menjaga keamanan dan ketertiban adalah tugas
semua warga.
c)
Mengabdikan
Diri sebagai Prajurit TNI dan Polri
Sistem
pertahanan negara kita adalah pertahanan dan keamanan rakyat semesta, yaitu TNI
dan Polri sebagai komponen utama dan rakyat sebagai komponen pendukung. Hal ini
sesuai dengan sesuai dengan UUD 1945 pasal 30 ayat 1-5. Didalam UUD tersebut,
dikatakan bahwa TNI sebagai alat pertahanan negara memiliki tugas
mempertahankan kedaulatan negara dan keutuhan wilayah, melindungi kehormatan
dan keselamatan negara, melakukan operasi militer selain perang, dan ikut serta
aktif dalam tugas pemeliharaan perdamaian regional dan internasional. Sedangkan
tugas polri adalah sebagai alat negara yang bertugas memelihara keamanan dan
ketertiban masyarakat, melidungi, mengayomi, dan melayani masyarakat dan
menegakan hukum.
d)
Pengabdian
sesuai dengan Profesi
Semua
warga negara apapun profesinya mempunyai kewajiban untuk membela negara dengan
cara masing-masing. Misalnya tindakan seorang petani menanam pohon dipinggir
jalan, untuk jalur hijau, seorang pelajar yang menuntut ilmu, kejujuran seorang
pedagang melalakukan transaksi dengan tidak mengurangi takarn timbangan sudah
termasuk dalam usaha membela negara.
3. Dampak
Sikap Positif Warga Negara Dalam Usaha Bela Negara.
Keikutsertaan dalam
menciptakan keamanan dan ketertiban dalam lingkungan setempat akan dapat
menciptakan adanya :
a) Keamanan dan
ketertiban lingkungan,
b) Ketenangan dan
ketentraman hidup,
c) Suasana kehidupan
menjadi sejuk,
d) Kehidupan masyarakat
menjadi sejuk, dan
e) Tidak adanya suatu
kerusuhan dan kekacauan.
Keikutsertaan setiap
warga negara dalam upaya pertahanan dan keamanan dalam kehidupan sehari-hari
dapat dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan negara.
Misalnya sebagai berikut:
Kepedulian warga negara dalam bidang politik,
misalnya selalu melaksanakan dan mengamalkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar
1945 secara murni dan konsekuen. Kepedulian warga negara dalam bidang ekonomi
misalnya, dengan mencintai dan memakai produk hasil produksi dalam negeri.
Kepedulian warga negara dalam bidang hukum, misalnya berusaha taat dan mematuhi
hukum dan norma-norma lain yang berlaku di masyarakat.
Kepedulian warga negara
dalam bidang sosial budaya, misalnya selalu berusaha menjaga kelestarian budaya
daerah. Kepedulian warga negara dalam bidang pertahanan dan keamanan, misalnya
men jaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitarnya. Kepedulian warga
negara terhadap lingkungan alam sekitarnya misalnya, menjaga lingkung an alam
sekitarnya agar tetap hijau dengan tidak mengotorinya, baik melalui polusi
udara atau tumpukan sampah.
Kondisi bangsa
Indonesia saat ini sedang mengalami keprihatian karena didera berbagai musibah
yang tiada henti, mulai dari bencana alam, kejahatan, korupsi, sampai
mewabahnya berbagai macam penyakit. Kondisi ini setidaknya mengusik hati kita
agar tergerak untuk bangkit dan bersatu dalam menangani berbagai macam
permasalahan bangsa secara bersama-sama.
Dengan demikian, upaya
pemerintah dalam memajukan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat bisa cepat
terlaksana karena ada dukungan yang positif dari masyarakat. Sikap positif dan
partisipasi masyarakat seperti inilah yang seharusnya dimiliki oleh masyarakat.
Hal ini karena usaha untuk memajukan dan membela bangsa dan negara bukan hanya
tanggung jawab pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh warga
negara, baik pemerintah maupun masyarakat. Sikap seperti ini perlu terus dibina
dan ditingkatkan.
4.
Sikap Positif Berbangsa Warga Negara Di Lingkungan Keluarga.
Upaya pertahanan dan
keamanan dalam lingkungan keluarga dapat diwujudkan dengan menampilkan
sikap-sikapsebagai berikut:
a) Setiap
anggota keluarga menjalankan tugasnya dengan tertib.
b) Setiap
anggota keluarga berusaha menjaga nama baik keluarga.
c) Setiap
anggota keluarga menjaga kerukunan hidup.
d) Saling mendukung pada setiap kegiatan aggota keluarga
yang sifatnya positif.
e) Setiap anggota keluarga mematuhi peraturan/tata tertib
yang ada dirumah.
f) Setiap anggota keluarga saling menghargai dan
menghormati pendapat anggota keluarga.
g) Menanamkan
rasa nasionalisme diantara anggota keluarga kita.
Jika semua hal diatas dapat
berjalan dengan baik, maka akan tercipta kehidupan rumah tangga yang harmonis
serta membangun keluarga Indonesia yang cinta akan kehidupan yang damai dan
tentram.
5.
Sikap Positif Warga Negara Di Lingkungan Sekolah.
Upaya pertahanan dan
keamanan dalam lingkungan Sekolah dapat diwujudkan dengan menampilkan
sikap-sikap sebagai berikut:
a)
Menaati tata tertib
sekolah
b)
Hidup rukun sesama
warga sekolah
c)
Menjalin kerja sama
antarsiswa
d)
Mengikuti upacara
bendera dengan tertib
e)
Menyelesaikan tugas
yang diberikan guru
6.
Sikap Positif Warga Negara Di Lingkungan Sekolah.
Upaya pertahanan dan keamanan
dalam lingkungan Sekolah dapat diwujudkan dengan menampilkan sikap-sikap
sebagai berikut:
a) Ikut
bergotong royong dalam setiap
kegiatan yang diadakan di lingkungan masyarakat.
b) Ikut menjaga keamanan ligkungan dengan mengadakan
siskamling atau Hansip.
c) Menjalin hubungan yang baik dengan anggota masyarakat
dengan adanya RT RW
d) Saling mengawasi dan menigkatkan kepekaan social
disekita lingkungan tempat tinggal.
e) Saling membantun antar
anggota masyarakat.
C. Metode Pembelajaran
-
Kombinasi Diskusi dengan Kerja Kelompok dengan
Pendekatan Inquiry
D.
Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
G u r u
|
S i s w a
|
1.
Kegiatan
awal/Pendahuluan( 10 menit)
a.
Apersepsi
1)
Menghubungkan kegiatan baru yang akan dibahas dengan
kegiatan lama yang sudah dibahas;
2)
Menyampaikan ruang lingkup pembelajaran;
3)
Menyampaikan tujuan pembelajaran;
4)
Menyampaikan manfaat pembelajaran;
5)
Menginformasikan kompetensi yang akan
dicapai.
|
|
2.
Kegiatan
Inti
a.
Eksplorasi
1)
Guru melibatkan
siswa mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang
akan dipelajari;
2)
Guru mengelompokkan siswa menjadi
8 kelompok yang masing-masing kelompok
beranggotakan 5 orang secara heterogen.
b.
Elaborasi
1)
Guru memberi kesempatan kepada setiap siswa dalam kelompok
itu membaca buku untuk menanamkan
pemahaman tentang pengertian sikap positif dalam usaha Bela Negara di berbagai aspek kehidupan.
2)
Guru meminta setiap siswa untuk menjelaskan dengan
bahasanya sendiri dalam bentuk tertulis pengertian sikap positif dalam usaha Bela Negara di berbagai aspek kehidupan.
3)
Guru meminta setiap kelompok Mengidentifikasi
bentuk-bentuk sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
4)
Guru meminta
setiap kelompok Mengidentifikasi dampak sikap positif
Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
5)
Guru meminta setiap kelompok untuk memberikan contoh
peristiwa atau kasus mengenai dampak
sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
c.
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi ini guru:
1) Guru memberikan umpan
balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, maupun terhadap
keberhasilan peserta didik;
2) Guru memberikan konfirmasi
terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber;
3) Guru
bersama memberikan kesempatan
kepada siswa untuk bertanya tentang materi palajaran yang belum dimengerti, meluruskan
kesalahan pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan.
|
2. Kegiatan Inti
a.
Eksplorasi
1)
Siswa mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema
materi yang akan dipelajari;
2) Siswa bergabung dengan temannya sekelompok yang
sudah ditunjuk guru.
b. Elaborasi
1) Setiap siswa dalam kelompok membaca buku untuk lebih
memahami pengertian
sikap
positif dalam usaha Bela Negara di berbagai aspek kehidupan.
2) Setiap siswa menjelaskan dengan bahasa sendiri dalam bentuk tertulis pengertian sikap positif
dalam usaha Bela Negara di berbagai aspek kehidupan.
3) Setiap kelompok Mengidentifikasi bentuk-bentuk sikap positif Warga
Negara dalam usaha Bela Negara.
4) Setiap kelompok Mengidentifikasi dampak sikap positif Warga Negara
dalam usaha Bela Negara.
5) Setiap kelompok memberikan contoh
peristiwa atau kasus mengenai dampak sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela
Negara.
c.
Konfirmasi
Dalam
kegiatan konfirmasi ini siswa:
1) Siswa bertanya tentang materi yang belum dimengerti atau belum
dipahami.
|
3.
Kegiatan
Penutup ( 10 menit)
Dalam kegiatan penutup, guru:
a.
Guru bersama-sama
dengan peserta didik membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
b.
Guru melakukan
penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara
konsisten dan terprogram;
c.
Guru memberikan
umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
d.
Guru menyampaikan materi pembelajaran yang
dipelajari siswa pada pertemuan
berikutnya.
|
3. Kegiatan Penutup ( 10 menit)
Dalam kegiatan penutup, siswa melakukan:
a.
Siswa bersama guru membuat rangkuman atau/simpulan pelajaran;
b.
Siswa melakukan
refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
|
Penilaian 1
Indikator Pencapaian
|
Teknik Penilaian
|
Bentuk Instrumen
|
Instrumen
|
Skor
|
Bobot
|
1.1.1
Menjelaskan pengertian sikap positif
dalam usaha Bela Negara di berbagai aspek kehidupan.
|
Tes
tertulis
|
Uraian
|
Jelaskan
dengan bahasa sendiri pengertian sikap
positif dalam usaha Bela Negara di berbagai aspek kehidupan.
|
1
|
20
|
1.1.2
Mengidentifikasi bentuk-bentuk sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
|
Non
Tes dan Tes Tertulis
|
-Pengamatan
-Uraian
|
-
(Instrumen
penilaian keaktifan siswa ada di bawah kolom penilaian ini )
-
Jelaskanlah bentuk-bentuk sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
|
1
|
20
|
1.1.3
Mengidentifikasi dampak sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
|
Non
Tes dan Tes Tertulis
|
-Pengamatan
-Uraian
|
-
(Instrumen
penilaian keaktifan siswa ada di bawah kolom penilaian ini )
-
Jelaskanlah dampak sikap positif Warga Negara dalam usaha Bela Negara.
|
1
|
20
|
Ket:
HASIL AKHIR=SKOR PEROLEHAN DIBAGI SKOR MAKSIMAL DIKALI BOBOT
Instrumen Penilaian Pengamatan Keaktifan
Siswa
No
|
Nama Siswa
|
Aktif
|
Kurang Aktif
|
Tidak Aktif
|
Skor
|
Keterangan
Skor:
-
3: Aktif
-
2: Kurang Aktif
-
1: Tidak Aktif
Pertemuan 2
G u r u
|
S i s w a
|
1.
Kegiatan
awal/Pendahuluan( 10 menit)
a.
Apersepsi
1)
Menanyakan materi yang sudah dipelajari dan hubungannya dengan
materi yang akan dipelajari;
2)
Menyampaikan ruang lingkup pembelajaran;
3)
Menyampaikan tujuan pembelajaran;
4)
Menyampaikan manfaat pembelajaran;
5) Menginformasikan kompetensi yang akan dicapai.
|
|
2.
Kegiatan
Inti
a. Eksplorasi
1)
Guru Memberi kesempatan kepada siswa
untuk mencari informasi yang luas dan dalam
tentang topik/tema materi yang akan dipelajari.
2)
Guru mengelompokkan
siswa menjadi 8 kelompok yang
masing-masing kelompok beranggotakan 5 orang secara heterogen.
b. Elaborasi
1)
Guru memberi kesempatan kepada siswa membaca buku untuk
menanamkan pemahaman tentang sikap
positif Warga Negara di lingkungan keluarga.
2)
Guru meminta siswa untuk memberikan contoh sikap positif Warga Negara di lingkungan Keluarga.
3)
Guru memberi kesempatan kembali kepada siswa membaca
buku untuk menanamkan pemahaman tentang sikap positif Warga Negara di lingkungan Sekolah.
4)
Guru meminta siswa untuk memberikan contoh sikap positif Warga Negara di lingkungan Sekolah
5)
Guru memberi kesempatan kembali kepada siswa membaca
buku untuk menanamkan pemahaman tentang sikap positif Warga Negara di lingkungan Masyarakat.
6)
Guru meminta siswa untuk memberikan contoh sikap positif Warga Negara di lingkungan Masyarakat.
7)
Guru meminta setiap kelompok untuk membuat Mading
mengenai sikap positif Warga Negara di Lingkungan Keluarga, Sekolah,
Masyarakat.
c. Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi ini, guru:
1) Guru memberikan umpan
balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, maupun terhadap
keberhasilan peserta didik;
2) Guru memberikan konfirmasi
terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber;
3) Guru
memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang materi palajaran yang belum
dimengerti, meluruskan kesalahan pemahaman,
memberikan penguatan dan penyimpulan.
|
2. Kegiatan Inti
a.
Eksplorasi
1)
Siswa mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema
materi yang akan dipelajari.
2)
Siswa
bergabung dengan temannya sekelompok yang sudah ditunjuk guru
b.
Elaborasi
1)
Siswa membaca buku untuk lebih memahami Menunjukkan sikap positif Warga Negara di lingkungan
Keluarga.
2)
Siswa dapat
memberikan contoh sikap positif Warga Negara di lingkungan Keluarga.
3)
Siswa membaca buku untuk lebih memahami Menunjukkan sikap positif Warga Negara di lingkungan
Sekolah
4)
Siswa dapat
memberikan contoh sikap positif Warga Negara di lingkungan Sekolah.
5)
Siswa membaca buku untuk lebih memahami Menunjukkan sikap positif Warga Negara di lingkungan
Masyarakat.
6)
Siswa dapat
memberikan contoh sikap positif Warga Negara di lingkungan Masyarakat.
7)
Siswa
bersama kelompoknya masing-masing membuat Mading mengenai sikap positif Warga Negara di
Lingkungan Keluarga, Sekolah, Masyarakat.
c.
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi ini siswa:
1) Siswa bertanya tentang materi yang belum dimengerti atau belum
dipahami.
|
3.
Kegiatan
Penutup ( 10 menit)
Dalam kegiatan penutup, guru:
a.
Guru bersama-sama
dengan peserta didik membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
b.
Guru melakukan
penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara
konsisten dan terprogram;
c.
Guru memberikan
umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
d.
Guru menyampaikan materi pembelajaran yang
dipelajari siswa pada pertemuan
berikutnya.
|
3. Kegiatan Penutup ( 10 menit)
Dalam kegiatan penutup, siswa melakukan:
a.
Siswa bersama guru membuat rangkuman atau/simpulan pelajaran;
b.
Siswa melakukan
refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
|
Penilaian 2
Indikator Pencapaian
|
Teknik Penilaian
|
Bentuk Instrumen
|
Instrumen
|
Skor
|
Bobot
|
1.1.4
Menunjukkan
sikap positif Warga Negara di lingkungan Keluarga.
|
Tes
tertulis
|
Uraian
|
Jelaskan
dengan menggunakan bahasamu sendiri pentingnya sikap positif Warga Negara di
lingkungan Keluarga.
|
1
|
20
|
1.1.5
Menunjukkan
sikap positif Warga Negara di lingkungan Sekolah.
|
Tes
Tertulis
|
Uraian
|
Jelaskan
dengan menggunakan bahasamu sendiri pentingnya sikap positif Warga Negara di
lingkungan Sekolah.
|
1
|
20
|
1.1.6
Menunjukkan
sikap positif Warga Negara di lingkungan Masyarakat.
|
Tes
Tertulis
|
Uraian
|
Jelaskan
dengan menggunakan bahasamu sendiri pentingnya sikap positif Warga Negara di
lingkungan Masyarakat.
|
1
|
20
|
Ket:
HASIL AKHIR=SKOR PEROLEHAN DIBAGI SKOR MAKSIMAL DIKALI BOBOT
i. Sumber Bahan
·
Buku Ajar PKn
Kelas IX Semester 1
·
Saputra, Lukman
Surya. 2009. Pendidikan Kewarganegaraan
Menumbuhkan Nasionalisme dan Patriotisme untuk Kelas VIII Sekolah Menengah
Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan
Nasional.
·
Artikel Media
Cetak/Internet
Tidak ada komentar:
Posting Komentar